Page 423 - SOP dan IK BPK Kaltim
P. 423
BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur Kode IK (POS)
Tanggal Terbit
POS Syok Anafilaktik Revisi Ke
BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur Halaman Hal 1 dari 8
F. Bagan Alur Proses
POS Syok Anafilatik
No Uraian Prosedur Pasien Perawat Dokter
Mulai
1 Pasien datang ke klinik dan melapor ke Datang ke klinik
Perawat untuk pencatatan identitas dan dan melapor
penginputan data ke SISDM Medis
Melakukan
pencatatan ke
SISDM Medis
SISDM
Medis
2 Perawat menginformasikan kepada dokter Mengantar
dan mengantar pasien bertemu dokter
Pasien bertemu
Dokter
3 Dokter bertemu pasien dan meminta pasien untuk
berbaring di tempat pemeriksaan sembari melakukan Melakukan
Anamnesis singkat mengenai Riwayat kejadian sebelum
terjadinya anafilaktik, Riwayat penyakit, Riwayat Anamnesis
pengobatan, Riwayat konsumsi obat terakhir, dan
Riwayat apakah mempunyai alergi obat
4 Dokter melakukan pemeriksaan fisik dimulai dari pemeriksaan
tekanan darah, Nadi, SpO2 dan suhu yang dilakukan secara Melakukan
simultan. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik head to
pemeriksaan fisik
toe.
POS Syok Anafilatik
No Uraian Prosedur Pasien Perawat Dokter
5 Dokter melakukan tatalaksana dengan posisi
Trendelenburg atau berbaring dengan kedua tungkai Melakukan tatalaksana
diangkat (diganjal dengan kursi) akan membantu
menaikkan venous return sehingga tekanan darah ikut
meningkat.
Jika terjadi keadaan yang
sangat ekstrim
6 Dokter memberikan oksigen 3-5 liter/menit kepada
Pasien jika terjadi keadaan yang sangat ekstrim (Rujuk Diberikan
jika tindakan trakeostomi atau krikotiroidektomi perlu Memberikan oksigen
dipertimbangkan) Oksigen
Dokter memasang infus kepada Pasien untuk mengisi
7 volume intravaskuler secepatnya. Pemberian cairan infus
sebaiknya dipertahankan sampai tekanan darah kembali Memasangkan Infus
optimal dan stabil. Dalam hal cairan plasma expander
(Dextran) tidak tersedia, maka cairan pengganti dapat
berupa Ringer Laktat atau NaCL fisiologis.
Dokter memberikan Adrenalin secara Intramuscular (IM) Memberikan adrenalin
8 ampul dengan dosis 0,3 – ml dari larutan 1 : 1000 yang
dapat diulangi 5-10 menit. Jika respon pemberian secara
intramuskuler kurang efektif, dapat diberi secara
intravenous setelah 0,1 – ml Adrenalin dilarutkan Apabila bronkospasme
dalam spuit 10 ml dengan NaCl fisiologis, diberikan belum hilang
perlahan-lahan.
Dokter dapat memberikan Aminofilin ampul dengan
9 sangat hati-hati, apabila bronkospasme Pasien belum
hilang dengan pemberian adrenalin. Aminofilin ampul Diberikan Memberikan aminofilin
dapat diberikan dengan dosis 250 mg selama 10 menit aminofilin ampul ampul
intravena. 250 mg lagi dapat dilanjutkan melalui drips infus
bila dianggap perlu.
3
419

